RASIOO.id – Musim kemarau yang melanda wilayah Bogor selama hampir satu bulan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih. Sejumlah warga di sekitar Bendung Katulampa, RT 03/RW 09, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, terpaksa memanfaatkan saluran irigasi Kali Baru untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumur mereka mengering.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, membenarkan banyak sumur warga di sekitar bendungan, terutama yang berada di kawasan lebih tinggi, mengalami kekeringan akibat kemarau.
“Untuk warga di sekitar bendung, banyak yang sumurnya kering. Makanya sekarang air irigasi banyak dipakai sebagai air baku. Warga mencuci dan mandi di Kali Baru. Alhamdulillah aliran Kali Baru masih normal dan masih bisa dimanfaatkan,” ujar Alwan, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kedalaman sumur milik warga. Sumur dengan kedalaman di bawah 16 meter lebih rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
“Biasanya kalau kedalamannya 16 sampai 20 meter baru aman. Kalau belum 16 meter masih sering kering,” katanya.
Di tengah terbatasnya pasokan air bersih, saluran irigasi Kali Baru dan Sungai Ciliwung menjadi tumpuan utama masyarakat.
Salah seorang warga, Ade (50), mengaku sumurnya mulai surut sejak sekitar tiga bulan terakhir. Ia bahkan harus mengambil air dari sungai saat dini hari karena kondisinya masih relatif jernih.
“Kalau mau air bersih harus subuh. Kalau sudah siang atau sore airnya keruh,” ujarnya.
Ade juga mengatakan kini membutuhkan waktu hingga dua jam agar sumurnya kembali terisi, padahal sebelumnya hanya sekitar 30 menit. Untuk mengantisipasi kebutuhan air di malam hari, ia mengumpulkan galon bekas isi ulang dan ember sebagai tempat penyimpanan air bersih.
“Iya, nyetok buat malam. Kalau tidak ada stok, malam-malam ke sungai takut,” katanya.
Hingga kini, warga mengaku belum menerima bantuan air bersih. Meski demikian, mereka menyebut kondisi serupa memang kerap terjadi setiap musim kemarau sehingga sudah menjadi situasi yang biasa dihadapi.















Komentar