RASIOO.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menggenjot normalisasi Kali Angke I di Kecamatan Kemang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir yang kerap mengancam wilayah sekitar saat musim hujan.
Atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pekerjaan normalisasi dipastikan terus berjalan dengan fokus pada pengerukan sedimentasi yang selama ini menghambat kelancaran aliran air. Di sisi lain, Pemkab Bogor juga tengah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan penambahan armada pengangkut material hasil pengerukan agar proses pekerjaan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan pada Senin (27/7), kegiatan normalisasi saat ini masih dipusatkan di Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang. Sejumlah alat berat terus dikerahkan untuk mengangkat endapan lumpur dan membersihkan badan sungai demi mengembalikan kapasitas tampung Kali Angke I.
Sementara itu, di Desa Kemang dan Desa Jampang, belum terlihat adanya aktivitas normalisasi pada saat pemantauan dilakukan.
Camat Kemang, Imam Mahmudi, mengatakan seluruh rangkaian pekerjaan hingga saat ini berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan pengawasan dari berbagai instansi terkait.
“Pelaksanaan kegiatan normalisasi Kali Angke I di wilayah Kecamatan Kemang secara umum berjalan aman, tertib, dan kondusif. Di Desa Parakan Jaya pekerjaan masih berlangsung sesuai rencana, sedangkan di Desa Kemang dan Desa Jampang pada saat pemantauan belum terdapat kegiatan normalisasi,” ujarnya.
Meski demikian, Imam mengungkapkan masih terdapat kendala yang perlu segera diatasi, yakni keterbatasan armada pengangkut material hasil pengerukan. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengangkutan sedimen belum mampu mengimbangi kecepatan kerja alat berat yang terus melakukan pengerukan di badan sungai.
“Kendala yang masih dihadapi adalah keterbatasan armada pengangkut material hasil pengerukan. Meskipun demikian, kegiatan normalisasi tetap berjalan dan tidak mengganggu situasi keamanan maupun ketertiban masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan,” jelasnya.
Menurutnya, penambahan armada menjadi salah satu kebutuhan mendesak agar material hasil pengerukan dapat segera dipindahkan dari lokasi. Dengan demikian, pekerjaan normalisasi dapat berlangsung lebih optimal dan target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai jadwal.
“Diperlukan penambahan armada pengangkut material guna mengoptimalkan pelaksanaan normalisasi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara lebih efektif dan sesuai target,” tegas Imam.
Pemkab Bogor menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap progres normalisasi Kali Angke I sebagai bagian dari komitmen memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di Kabupaten Bogor. Upaya ini diharapkan mampu memperlancar aliran sungai, mengurangi sedimentasi, serta meminimalkan potensi bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan dan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kemang dan sekitarnya.













Komentar