RASIOO.id – Semangat mengabdi kepada Nahdlatul Ulama (NU) mendorong Arif Hidayat (56), atau yang akrab disapa Mbah Arief, menempuh perjalanan panjang dengan sepeda dari Palembang, Sumatra Selatan, menuju Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Perjalanan tersebut Mbah Arief lakukan demi menghadiri Muktamar NU 2026. Ia memulai kayuhan dari Gedung PWNU Sumatra Selatan pada Rabu, 5 Agustus 2026 sore.
Setelah menempuh perjalanan selama enam hari, Mbah Arief tiba di Kota Tangerang pada Selasa malam, 10 Agustus 2026.
Di tengah perjalanan yang menguras tenaga, Mbah Arief mengaku tetap bersemangat karena khawatir tidak memiliki kesempatan untuk kembali menghadiri Muktamar NU pada masa mendatang.
“Jujur, di usia saya yang tidak muda lagi, saya takut tidak akan pernah berjumpa lagi dengan muktamar yang akan datang. Momentum ini saya pergunakan selagi masih diberikan kesehatan,” ujar Mbah Arief saat ditemui di Batuceper, Kota Tangerang, Selasa malam, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, keputusan mengayuh sepeda hingga ribuan kilometer juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama yang mendirikan NU.
“Perjalanan bersepeda ini justru belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan ulama pendiri NU yang berdarah-darah dalam memperjuangkan NU,” katanya.
Rasa lelah selama perjalanan juga terobati dengan sambutan dari kader GP Ansor dan Banser di berbagai daerah. Mereka memberikan pengawalan secara estafet dari satu titik ke titik berikutnya hingga Mbah Arief tiba di Kota Tangerang.
“Keluh kesah rasanya tidak ada. Yang membuat saya selalu bersemangat dan terharu, perjalanan saya dikawal secara estafet oleh sahabat-sahabat Ansor dan Banser. Dari titik satu ke titik lainnya sampai di Kota Tangerang. Senyum ramah dan dukungan mereka membuat rasa lelah saya hilang,” tuturnya.
Selain mendapat pengawalan, Mbah Arief juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para kiai dan santri di sejumlah pondok pesantren yang berada di sepanjang jalur perjalanannya.
Hampir setengah waktu perjalanannya ia gunakan untuk singgah dan bersilaturahmi di pesantren. Bagi Mbah Arief, perjalanan tersebut bukan sekadar menempuh jarak, tetapi juga menjadi kesempatan mempererat hubungan dengan para ulama dan warga NU.
Sebagai kader NU di tingkat akar rumput, Mbah Arief berharap Muktamar NU 2026 menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi dengan bijaksana.
“Siapapun sosok figur yang memimpin NU nantinya, saya berharap beliau-beliau ini dalam mengambil kebijakan dapat memegang amanah dan tidak membingungkan jamaah di tingkat bawah. Siapapun yang terpilih, saya yakin mereka adalah ulama-ulama luar biasa. Harapan saya, muktamar ini membawa kesejukan dan kedamaian,” harapnya.
Kedatangan Mbah Arief di Kota Tangerang juga mendapat apresiasi dari jajaran GP Ansor setempat. Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Tangerang, Maftukhul Mujib, menilai perjalanan tersebut menjadi contoh semangat pengabdian bagi kader muda.
“Mbah Arif mengingatkan kita semua, para kader muda di pimpinan cabang, anak cabang, hingga sahabat Banser se-Kota Tangerang, untuk menjadikan aksi beliau sebagai spirit mengabdi dan menjaga kiai. Tujuan beliau sangat mulia, rela menempuh ribuan kilometer demi rasa hormat pada Muktamar Nahdlatul Ulama 2026,” kata Mujib.
Setelah beristirahat sejenak di Kota Tangerang, Mbah Arief dijadwalkan kembali melanjutkan perjalanan dengan sepeda menuju Tambakberas, Jombang.
Ia menargetkan tiba di lokasi sebelum pembukaan resmi Muktamar NU 2026 dimulai.











Komentar