Tiga Masjid Bersejarah Disatukan, Festival Maulid Nusantara ke-7 Jadi Panggung Budaya dan Religi Tangerang

RASIOO.id – Suasana religius sekaligus semarak kemerdekaan mewarnai Taman Elektrik, Kota Tangerang, Jumat malam 21 Agustus 2026. Festival Maulid Nusantara (FMN) ke-7 resmi dibuka dengan membawa pesan tentang persatuan, keteladanan Rasulullah SAW, serta pelestarian budaya lokal.

Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, FMN tahun ini hadir dengan konsep yang lebih luas. Rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menghubungkan tiga masjid bersejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan religi Kota Tangerang.

Ketiga masjid tersebut yakni Masjid Al-Ittihad, Masjid Raya Al-A’zhom, dan Masjid Raya Kali Pasir.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang berdekatan dengan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, semangat perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dapat berjalan beriringan dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kemerdekaan mengajarkan kita tentang perjuangan, persatuan, dan gotong royong, maka Maulid mengingatkan kita kepada akhlak Rasulullah SAW, tentang kejujuran, kedamaian, dan bagaimana kita dapat memperkuat keimanan,” ujar Sachrudin.

Ia pun mengajak masyarakat tidak berhenti pada seremoni. Semangat kemerdekaan dan nilai-nilai Maulid, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita menjadi orang-orang yang banyak manfaatnya, keluarga bahagia, dan lingkungan kita aman, nyaman, serta bahagia,” tuturnya.

Dibidik Jadi Maulid Nabi Berskala Nasional

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan FMN terus dikembangkan sebagai wadah kreativitas sekaligus pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) binaan Dispora.

Ia bahkan berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan Kota Tangerang, tetapi dapat berkembang menjadi perhelatan dengan jangkauan nasional.

“Kita berharap kegiatan ini mampu bermetamorfosis menjadi Maulid Nabi Nasional dengan perlombaan yang diikuti santri se-Indonesia,” kata Kaonang.

Menurutnya, konsep tersebut juga sejalan dengan upaya Kota Tangerang mengembangkan wisata berbasis olahraga dan kegiatan atau event. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Arak-arakan Gunungan Jadi Puncak Perayaan

Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, menjelaskan FMN ke-7 memiliki konsep khusus dengan mengintegrasikan tiga masjid bersejarah.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2026 atau bertepatan dengan 12 Rabiulawal. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah arak-arakan gunungan yang akan bergerak dari tiga masjid tersebut.

Rangkaian festival berlangsung selama lima hari. Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan sejak pukul 09.00 WIB, mulai dari lomba kuliner Nusantara, Bahtsul Masa’il hingga Aqidatul Awam.

Konsep tersebut sekaligus menjadi cara untuk mempertemukan tradisi, dakwah, dan budaya dalam satu rangkaian kegiatan.

Midyani berharap FMN mampu memperkuat identitas Kota Tangerang sebagai kota metropolitan yang tetap menjaga akar budaya dan nilai keagamaan.

“Walaupun kita kota metropolitan, kita tidak boleh meninggalkan local wisdom dan budaya warisan orang tua dalam mensyiarkan agama Islam. Ayo bangun Kota Tangerang, kalau bukan kita siapa lagi,” pungkasnya.

Dengan menggabungkan semangat kemerdekaan, syiar Islam, tradisi Nusantara, dan jejak sejarah tiga masjid, Festival Maulid Nusantara ke-7 tak sekadar menjadi perayaan tahunan. Ajang ini menjadi pengingat bahwa modernitas Kota Tangerang dapat terus tumbuh tanpa harus kehilangan akar budaya dan nilai-nilai yang diwariskan generasi sebelumnya.

Komentar