RASIOO.id – Pengaduan masyarakat melalui fitur Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA) di aplikasi Tangerang LIVE menembus lebih dari 7.000 laporan hingga Juli 2026. Pemkot Tangerang mencatat tingkat penyelesaian aduan mencapai 95 persen.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Mugiya Wardhany mengatakan jumlah laporan tahun ini masih relatif stabil dibandingkan 2025. Pada tahun lalu, masyarakat menyampaikan sekitar 11.000 pengaduan melalui berbagai saluran layanan.
Menurut Mugiya, sebagian besar laporan berkaitan dengan kendala teknis dan kebutuhan layanan administrasi kependudukan (Adminduk), termasuk persoalan lupa kata sandi serta layanan Sobat Dukcapil.
“Rata-rata respons aduan di bawah satu hari sesuai SOP. Sekitar lebih dari 60 persen laporan langsung ditindaklanjuti oleh admin di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jika ada penanganan lebih dari satu hari, hal itu tentu menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Mugiya saat ditemui, Rabu, 2 September 2026.
Untuk menjaga kecepatan penanganan, Diskominfo Kota Tangerang menggelar evaluasi rutin dua kali dalam sebulan bersama operator LAKSA di masing-masing OPD.
Pertemuan tersebut membahas kinerja penanganan laporan sekaligus memastikan setiap aduan warga mendapat tindak lanjut sesuai standar operasional yang berlaku.
Mugiya juga mengajak masyarakat menggunakan LAKSA ketika ingin menyampaikan keluhan terkait layanan publik. Ia menilai saluran resmi tersebut lebih efektif dibandingkan menyampaikan aduan melalui kolom komentar media sosial.
Melalui LAKSA, warga dapat melihat perkembangan laporan secara real-time, mulai dari laporan yang sudah mendapat respons, sedang dalam proses, hingga selesai.
“Melalui LAKSA, warga bisa memantau progres aduan secara real-time apakah sudah direspons, sedang diproses, atau sudah selesai. Selain itu, fitur ini dilengkapi titik lokasi presisi yang memudahkan petugas lapangan melakukan tindakan,” jelasnya.
Pemkot Tangerang juga terus memperluas sosialisasi penggunaan LAKSA melalui program Sanjung (Saatnya Berkunjung) ke berbagai wilayah permukiman.
Edukasi tersebut turut menyasar pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Pemkot berharap generasi muda mengenal saluran resmi pemerintah ketika menghadapi persoalan layanan publik.
“Harapan kami masyarakat makin aktif memanfaatkan LAKSA. Warga diuntungkan karena bisa memantau prosesnya sampai tuntas tanpa ada laporan yang terlewat seperti di media sosial,” pungkasnya.













Komentar