RASIOO.id – Penumpukan sampah organik yang menjadi salah satu persoalan lingkungan di Kota Bogor mendorong mahasiswa Universitas Pakuan (UNPAK) menghadirkan inovasi yang menggabungkan solusi lingkungan dengan peluang usaha. Empat mahasiswa semester 7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAK mengembangkan B-Magg, pakan ikan lele terapung berbasis maggot Black Soldier Fly (BSF) dan tepung daun pepaya.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berkat potensi bisnis sekaligus dampak lingkungan yang dibawa, tim B-Magg berhasil mendapatkan dana hibah pengembangan usaha sebesar Rp16 juta.
Salah satu anggota tim B-Magg, Novena Putrianti, mengatakan ide tersebut berangkat dari kepedulian terhadap persoalan sampah organik di Kota Bogor. Tim memanfaatkan maggot BSF untuk mengurai sampah organik sebelum hasilnya diolah kembali menjadi bahan pakan ikan.
“Kami berupaya mengatasi permasalahan sampah organik yang menumpuk di Kota Bogor menggunakan maggot BSF. Maggot memakan sampah organik tersebut, lalu hasilnya kami olah kembali menjadi produk bernilai tambah berupa pakan terapung B-Magg,” ujar Novena saat ditemui dalam Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA), Selasa 8 September 2026.
B-Magg tidak hanya mengandalkan protein dari maggot BSF. Tim juga menambahkan tepung daun pepaya ke dalam formulasi pakan. Bahan tersebut dikembangkan untuk mendukung daya tahan tubuh ikan lele sekaligus membantu menjaga kualitas air kolam agar tidak mudah keruh.
Selain menawarkan konsep ramah lingkungan, B-Magg dirancang untuk memberikan pilihan pakan dengan harga yang terjangkau bagi pembudidaya lele. Anggota tim, Indi Nazwa, mengatakan produk tersebut dibanderol Rp16 ribu untuk kemasan 1 kilogram.
“Untuk varian kemasan 1 kilogram, pakan terapung ini dibanderol dengan harga Rp16 ribu dan mampu bersaing kompetitif dengan pakan komersial pabrikan,” kata Indi.
Ia menjelaskan produksi B-Magg dilakukan di laboratorium B-Magg yang berada di wilayah Bubulak, Kota Bogor. Proses produksinya dimulai dari pencampuran bahan baku seperti maggot BSF, tepung daun pepaya dan molase, kemudian dilanjutkan dengan fermentasi, pencetakan pelet, pengeringan hingga pengemasan.
Untuk menjaga mutu produk, tim B-Magg menerapkan kontrol kualitas terhadap setiap bahan yang digunakan. Bahan baku diperoleh dari sumber terpercaya dan diperiksa masa kedaluwarsanya. Tim juga melakukan uji proksimat secara berkala untuk memastikan kandungan protein dan nutrisi sesuai dengan kebutuhan pakan lele.
“Setiap bahan baku yang masuk kami uji proksimat terlebih dahulu untuk memastikan kandungan nutrisinya benar-benar sesuai dengan standar kebutuhan pakan lele,” ungkap Indi.
Inovasi mahasiswa UNPAK tersebut sebelumnya juga telah mendapat penghargaan di tingkat daerah. B-Magg berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Bogor Innovation Award (BIA) 2025.
Kini, tim B-Magg tengah mempersiapkan pengembangan usaha menuju tahap komersialisasi yang lebih luas. Mereka menargetkan ekspansi pasar dan distribusi ke wilayah Jabodetabek sebelum mengembangkan varian pakan untuk komoditas perikanan lainnya.
“Fokus utama jangka pendek kami adalah melakukan ekspansi pasar dan penetrasi distribusi di wilayah Jabodetabek sebelum meluncurkan diversifikasi produk pakan untuk komoditas perikanan lainnya,” tutupnya.















Komentar