RASIOO.id – Tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan kriminalitas dan pengaturan lalu lintas. Di Kota Bogor, jajaran Polri ikut turun langsung membantu masyarakat melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perhatian kepada pengemudi ojek online (ojol), hingga dukungan untuk pondok pesantren.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menyoroti langkah tersebut saat menyambut kunjungan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto di Polresta Bogor Kota, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Adityawarman, bantuan berupa perbaikan rumah memiliki manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Warga dapat menempati hunian yang lebih aman dan layak.
“Urusan kesejahteraan dan masalah sosial di daerah tidak mungkin bisa diselesaikan sendirian oleh Pemerintah Kota atau DPRD saja,” tuturnya.
Ia juga menilai perhatian kepada pengemudi ojol menjadi langkah untuk merangkul para pekerja lapangan yang setiap hari ikut menggerakkan roda perekonomian Kota Bogor.
Selain itu, dukungan terhadap pondok pesantren dinilai penting karena pesantren memiliki peran dalam pendidikan karakter dan pembinaan generasi muda.
Adityawarman menyebut keterlibatan kepolisian dalam persoalan sosial menunjukkan adanya kolaborasi antarlembaga yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Ini baru jemput bola. Aksi turun tangan dari kepolisian menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antarlembaga bisa berjalan efektif di lapangan, bukan sekadar teori atau formalitas belaka,” tambahnya.
Ia berharap pendekatan kepolisian yang humanis dan dekat dengan masyarakat dapat terus dipertahankan serta diperluas.
Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya dapat memperkuat kepercayaan masyarakat kepada aparat, tetapi juga menjadi modal sosial untuk menciptakan Kota Bogor yang aman, nyaman, dan sejahtera.










Komentar