Tanah Sareal Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Kota Bogor, SMAN 11 hingga Flyover Kebon Pedes Disiapkan

RASIOO.id – Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aksesibilitas di kawasan tersebut.

Camat Tanah Sareal Rokib Alhudry mengatakan, arah pembangunan Kota Bogor dalam satu tahun terakhir hingga beberapa tahun ke depan mulai banyak menyasar wilayah Tanah Sareal. Kondisi itu turut mendorong pertumbuhan permukiman dan urbanisasi di kawasan tersebut.

“Tanah Sareal ini menjadi pusat pertumbuhan, baik pertumbuhan penduduk maupun perkembangan infrastruktur,” ujar Rokib, Senin, 28 September 2026.

Menurutnya, perkembangan akses menuju kawasan tersebut, termasuk Jalan Tol Lingkar Bogor (BORR) dan akses tol layang di wilayah Soleh Iskandar, ikut memicu pertumbuhan pembangunan.

“Seiring dengan dimulainya akses tol layang di wilayah Soleh Iskandar, ini membuka akses sehingga memantik pertumbuhan dan perkembangan pembangunan,” tambahnya.

Seiring perkembangan tersebut, sejumlah proyek pembangunan mulai disiapkan. Salah satunya pembangunan SMA Negeri 11 Bogor di Kelurahan Kayumanis yang saat ini sudah mulai berjalan. Di samping sekolah tersebut, pemerintah juga menyiapkan lahan untuk pembangunan fasilitas olahraga berupa GOR mini.

“Dimulai tahun ini sudah berjalan pembangunan SMA Negeri 11 yang letaknya di Kayumanis. Nanti akan disusul pembangunan lapangan di sebelah lahan SMA Negeri 11 menjadi semacam GOR mini. Mudah-mudahan insyaallah di 2027 sudah akan dimulai,” tuturnya.

Selain fasilitas pendidikan dan olahraga, Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan Rusunawa empat lantai dengan kapasitas sekitar 200 unit di atas aset lahan Pemkot Bogor yang berada di belakang kantor PU.

Di sektor lingkungan dan persampahan, proyek PSEL juga mulai dipersiapkan. Saat ini Dinas PUPR tengah membuka akses menuju lokasi dan proses cut and fill ditargetkan mulai pada 2027.

Pembangunan infrastruktur juga menyasar kawasan Kebon Pedes yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan akibat perlintasan sebidang. Pemerintah kini mematangkan rencana pembangunan flyover yang menggantikan opsi underpass yang sebelumnya sempat diwacanakan.

“Terkait dengan Kebon Pedes, ke depan akan ada pembangunan flyover,” kata Rokib.

Ia menyebut pihak kecamatan bersama instansi terkait terus melakukan pendataan, pendekatan, dan sosialisasi kepada masyarakat yang berpotensi terdampak perluasan jalan.

“Informasi terakhir jadinya flyover, bukan underpass. Kita sedang terus melakukan pendataan, pendekatan, serta sosialisasi ke masyarakat terkait lokasi-lokasi yang nanti terkena dampak perluasan Jalan Kebon Pedes,” lanjutnya.

Sementara itu, penataan kawasan Taman Helang juga terus berjalan. Pemerintah menyiapkan pelebaran trotoar dan mendorong pemanfaatan Jalan Kasintu sebagai sentra kuliner legal bagi warga.

Rencana tersebut akan disertai penetapan zonasi melalui pola ruang agar aktivitas usaha masyarakat memiliki kepastian lokasi dan legalitas.

“Taman Helang masih on progress. Kita menunggu pembangunan pelebaran trotoar dan sarana sentra kuliner di Jalan Kasintu. Kita giring terus untuk penetapan zonasi melalui pola ruang agar warga bisa berkegiatan di zona yang legal,” ungkap Rokib.

Dengan sejumlah proyek tersebut, Kecamatan Tanah Sareal terus diarahkan menjadi kawasan pertumbuhan baru di Kota Bogor yang ditopang pembangunan pendidikan, olahraga, hunian, lingkungan, transportasi, hingga penataan ruang publik dan ekonomi masyarakat.

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda