RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) Perumda Tirta Pakuan hingga 15 persen. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi pengelolaan air di Republik Korea.
Program pelatihan tersebut melibatkan sejumlah karyawan Perumda Tirta Pakuan yang dikirim untuk mempelajari sistem pengelolaan jaringan air berbasis teknologi dan pemanfaatan data.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan air minum harus dimulai dari penguatan kompetensi sumber daya manusia yang mengelola operasional perusahaan.
Menurutnya, karyawan perlu memiliki kemampuan menguasai teknologi sekaligus memahami persoalan jaringan distribusi air di lapangan.
“Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Kita membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi. Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor,” ujar Dedie A. Rachim.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Green Transition Initiative (GTI), yang melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea.
Pelaksanaan proyek melibatkan Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP).
Melalui proyek percontohan atau pilot project, program ini menargetkan penurunan tingkat kehilangan air hingga di bawah 20 persen, dengan sasaran utama mencapai 15 persen.
Upaya tersebut diharapkan dapat menekan volume air yang terbuang, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menjaga ketersediaan pasokan air bagi pelanggan di Kota Bogor.
Dedie juga meminta para karyawan yang mengikuti pelatihan agar menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke Indonesia. Ia menekankan pentingnya transfer pengetahuan kepada pegawai lainnya agar manfaat program dapat dirasakan secara luas.
“Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan kerja. Kita ingin hasilnya nyata: penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal,” katanya.
Selain pelatihan sumber daya manusia, program GTI juga mencakup penyusunan studi pra-kelayakan, pemetaan zona prioritas, hingga kajian model bisnis dan skema pembiayaan investasi.
Beberapa opsi pembiayaan yang dikaji meliputi hibah, Kemitraan Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), hingga pinjaman.
Pemkot Bogor berharap kerja sama dengan Republik Korea tersebut dapat menjadi fondasi bagi Perumda Tirta Pakuan dalam mengembangkan pengelolaan jaringan air minum yang lebih efisien dan berkelanjutan.













Komentar