RASIOO.id – Alun-alun Kota Bogor kembali menjadi perbincangan publik, terutama terkait kemacetan dan banyaknya parkir liar di Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Kali ini, pengunjung Alun-Alun mengeluhkan tarif parkir yang dikenakan oleh petugas juru parkir yang dianggap di luar ketentuan.
Fauzi, salah satu pengunjung, mengungkapkan bahwa saat ia membayar parkir sebesar 2 ribu rupiah, petugas parkir mengatakan tarif kini naik menjadi 3 ribu rupiah.
“Petugas beralasan, tarif 3 ribu tersebut berasal dari Dinas Perhubungan Kota Bogor, karena setoran kepada Dishub Kota Bogor naik,” kata Fauzi.
Baca Juga: Usai Viral Karena Kumuh, Disperumkim bakal Tutup Alun-alun Kota Bogor
Saat dikonfirmasi di kantornya pada Kamis, 18 Juli 2024, Kepala Seksi Perparkiran Dishub Kota Bogor, Roy Darmawan, membantah alasan petugas parkir tersebut.
“Tidak ada kenaikan, hanya saja ada penormalan tarif yang sebelumnya turun 50% akibat pandemi COVID-19, sekarang kembali normal,” jelas Roy kepada Rasioo.id.
Menurutnya, jam kerja petugas parkir dimulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore. Terkadang, petugas parkir memulai lebih awal, tetapi hal tersebut masih ditoleransi asalkan memenuhi setoran yang telah ditetapkan.
“Untuk parkir di luar jam kerja masih kami kaji bersama Kepala Dishub, karena alun-alun menjadi tempat favorit masyarakat namun belum memiliki fasilitas parkir yang memadai,” tambahnya.
Roy juga menyebutkan bahwa pihaknya berencana untuk bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun parkir bertingkat di dekat pintu stasiun.
“Kami ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kerja sama ini. Kedepannya, kami akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola parkir,” kata dia.
Saat ini, terdapat 115 titik parkir di Bogor, namun hanya 104 yang berfungsi karena beberapa masih dalam proses pembangunan, seperti di Pasar Sukasari.
“Dari target PAD sebesar Rp 4,4 miliar, Dishub Kota Bogor baru mencapai sekitar Rp 3 miliar,” ungkapnya.
Mengenai tarif parkir dari pukul 18:00 hingga malam, Roy mengaku bahwa hal tersebut masih dalam tahap kajian.
“Kami masih mencari solusi terbaik,” tutupnya.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar