Pembangunan Jembatan Otista Kota Bogor Bikin 13 Trayek Angkot dan Jalur SSA Berubah

RASIOO.id – 13 trayek angkutan umum di Kota Bogor mengalami perubahan jalur, dampak dari pembangunan revitalisasi Jembatan Otista. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bogor pun ikut bersuara terkait rencana  revitalisasi tersebut.

Ketua Organda Kota Bogor, M Ishak mengaku, mendukung program pemerintah untuk merevitalisasi Jembatan Otista dengan catatan pengaturan penerapan lalulintas baru nantinya, tidak merugikan sopir angkot dan pengusahanya.

Baca Juga: Ratusan ASN Kota Bogor Turun ke Jalan Bersihkan Gang Sempit 

“Tapi, kalau (bicara) dirugikan pasti ada kerugian, dan kita tak menampik akan ada keluhan baik dari supir angkot, dan pengusahanya. Dalam menyikapi keluhan tersebut, harus ada dan kita lihat solusi untuk menjawab keluhan itu,” kata M Ishak, Senin 6 Maret 2023.

Meski begitu, diyakini Ketua Organda Kota Bogor, sampai saat ini untuk perubahan trayek angkot belum final, dan masih dibahas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor.

” (Karena) banyak sekali. Hampir 50 persen angkot di Kota Bogor yang lewat jalur Otista terganggu semua,” ujar M.Ishak.

Dibalik rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub)  bakal melakukan rekayasa lalulintas imbas pembangunan revitalisasi Jembatan Otista menyisakan PR tersendiri.

Tercatat, ada dua koridor Biskita Transpakuan dan 13 angkutan umum alias angkot di Kota Bogor, yang terdampak dan harus mengalami perubahan trayek atas rencana pemberlakuan rekayasa lalulintas ini.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo menuturkan, berdasarkan kajian yang dilakukan, ada dua koridor Biskita Transpakuan dan lima trayek angkot utama, serta delapan trayek angkot bersinggungan yang terdampak akan rencana rekayasa lalulintas ini.

Pihaknya bersama Organda Kota Bogor tengah menggodok untuk mengeluarkan contigency plan trayek selama pengerjaan revitalisasi Jembatan Otista dilakukan.

“Nah ini yang kami masih pikirkan. Dishub sendiri dengan angkutan sedang menggodok untuk mengeluarkan contigency plan,” kata Eko Prabowo pria yang akrab disapa Danjen

“Kalau memang itu cocok nanti pergerakan orangnya ada dan pelayanannya ada, kalau mereka memang suka ya akan dialihkan tetap. Yang pasti kami akan mengeluarkan SK trayek sementara dulu karena ada contigency plan,” ujar Eko Prabowo.

Diketahui, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mengaku telah menetapkan rekayasa lalulintas yang akan dilakukan di seputar Sistem Satu Arah (SSA) Kota Bogor.

Baca Juga: Pemkot Bogor Belajar Tata Kabel ke Semarang

“Untuk ring 1 sudah beres, ring 2 agak beres, ring 3 dan 4 belum detail,” kata Eko Prabowo.

“(Kenapa ring 1 sudah beres) karena kemarin ring 1 berkenaan dengan SSA, kalau ring 2 Air Mancur kesana, ring 3 di Warung Jambu kesana. Secara garis besarnya itu,” sambung pria yang akrab disapa Danjen.

Adapun, dilanjutkan Danjen, rekayasa lalulintas yang akan dilakukan pada ring 1, khususnya di SSA Kota Bogor, yakni kendaraan yang melintas dari pintu keluar Tol Jagorawi Baranangsiang Bogor bisa melintas menuju arah Ekalokasari dan menuju PMI Bogor melalui Jalan Nasional 11.

“Iya PMI jadi dua arah. Dari Terminal menuju Tugu Kujang bisa langsung tekuk kiri menuju PMI. Nanti kami pasang pembatas jalan menggunakan water barrier, gak mungkin dengan beton karena itu kan sifatnya sementara,” lanjut Danjen.

Setelah itu, kendaraan yang menuju PMI Bogor akan diarahkan turun masuk ke Jalan Jalak Harupat, lalu ke simpang Denpom masuk ke arah Air Mancur. Di mana, Jalan Jalak Harupat menuju simpang Denpom dibuat menjadi satu arah.

“Jadi yang dari arah PMI Bogor tidak bisa nerabas langsung (ke arah MCD Lodaya), harus ke kiri semua arusnya supaya tidak terganggu atau tidak terjadi crossing. Dan mereka yang mau ke arah Warung Jambu bisa masuk lewat Jalan Pangrango,” tutur Eko Prabowo.

Sementara, untuk Jalan Suryakencana akan diubah menjadi arah sebaliknya, sehingga kendaraan bisa menuju ke Jalan Kapten Muslihat dan Paledang.

Akan tetapi, kendaraan tidak bisa masuk ke Jalan Jalak Harupat atau menuju Lapangan Sempur karena di simpang Denpom mereka diarahkan belok kiri menuju Jalan Sudirman atau Air Mancur.

“Jalan Djuanda satu arah. Putus ketemu di simpang Denpom. Yang dari Djuanda belok kiri, dari Sempur ke kanan, jadi meluncurnya ke arah air mancur,” beber Eko Prabowo.

Editor: Hannan

 

Komentar