RASIOO.id – Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor Raya menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwimalang, Kabupaten Bogor, setelah 103 siswa SMPN 2 Cisarua mengalami gejala dugaan keracunan.
Penghentian operasional dapur yang berlokasi di Jalan Hankam Nomor 51, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, tersebut berlangsung selama 20 hari mulai Rabu, 21 Oktober 2026.
Kepala KPPG Bogor Raya, Haidir, mengatakan penghentian sementara itu bertujuan memberikan waktu untuk evaluasi sekaligus menunggu hasil pemeriksaan sampel dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
“Selama 20 hari ke depan, dapur SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang dihentikan operasionalnya, evaluasi dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan Labkesda,” kata Haidir, Rabu, 21 Oktober 2026.
Haidir menjelaskan, dari total 881 siswa SMPN 2 Cisarua yang menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 103 siswa mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan atau minuman dari program tersebut.
Berdasarkan informasi awal, susu yang dibagikan kepada siswa diduga menjadi pemicu kejadian tersebut. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Dugaan awal mengarah pada susu basi karena siswa mengalami gejala setelah meminumnya. Namun, kepastiannya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” paparnya.
Selama masa penghentian, pengelola dapur SPPG Leuwimalang akan menjalani evaluasi terkait pelaksanaan layanan penyediaan makanan dalam program MBG.
Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat membantu memastikan penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk mencegah kasus serupa terulang.
Sementara itu, penanganan terhadap para siswa yang terdampak menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan faktor penyebab dan keamanan makanan maupun minuman yang disalurkan kepada para penerima manfaat.













Komentar