RASIOO.id – Sosok pemulung tajir sempat menggemparkan warga Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 27 April 2023 lalu mulai memasuki babak baru. Seiring berjalannya waktu, satu persatu fakta mulai menguak ke permukaan tentang siapa sebenarnya ibu tiga anak tersebut yang memiliki surat cek senilai Rp1,5 M.
Dibalik diamankannya pemulung tajir bernama Tini (47) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, fakta terbaru yang tak kalah mengejutkan mulai bermunculan.
Iwan salah rekan pemulungnya mengatakan, dalam kesehariannya Tini dikenal sebagai pemulung yang congkak dalam berbicara.
“”Kalau ngomong selalu tinggi. Iya kata dia punya banyak barang berharga. Punya tanah segala macam,” kata Iwan.
Dirinya tak mau mengambil pusing dengan perkataan sehari-harinya Tini. Bahkan, warga sekitar sudah memakluminya.
” Orangnya itu rada kurang waras,” Ucap Iwan
Menurut dia, biasanya omongan tinggi itu terlontar ketika Bu Tini sedang nyambung alias normal ketika mengobrol dengan lawan bicaranya.
Akan tetapi, kadang-kadang Bu Tini juga menunjukan gejala tidak normal, bahkan suka marah-marah ke orang lain.
“Kadang normal, kadang enggak, selang seling, suka marah-marah, enggak karuan kalau lagi kumat. Jika lagi nyambung bisa diajak ngobrol, kalau lagi gak nyambung kadang-kadang suka mukulin orang, istri saya saja kemarin ditabok sama dia, gak tau lagi kumat, tiba-tiba,” beber Iwan.
Meski begitu, diyakini Iwan, Bu Tini ini memiliki pribadi yang biasa saja. Sehari-hari dirinya hanya sebatas memulung di bawah JPO Panaragan.
“Mulung, cuma ngorek-ngorek disini doang (sampah di JPO Panaragan). Tidurnya di emperan ruko ini, malem doang,” beber dia.
“Kayanya enggak deh, dia bukan pengemis, cuma karena lihat dari fisiknya mungkin orang ngasihanin, sehingga kadang ada orang yang ngasih,” ujar Iwan.
Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor melakukan sidak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ada di sekitar wilayah Kota Bogor pada Kamis, 27 April 2023.
Dari hasil sidak yang dilakukan, Dinsos Kota Bogor dihebohkan dengan seorang gelandangan tajir alias kaya bernama Tini (47) yang berhasil diamankan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.Bukan tanpa sebab Tini disebut sebagai gelandangan tajir. Musababnya, dari tangan yang bersangkutan, Petugas Dinsos Kota Bogor menemukan sejumlah uang jutaan rupiah beserta barang berharga lainnya.
“Iya benar. Jadi pagi tadi kami kembali mengevakuasi Bu Tini warga Kabupaten Bogor, yang memang sampai hari ini sudah 3 kali kita evakuasi,” kata Kabid Rehabilitas Sosial pada Dinsos Kota Bogor, Dody Wahyudin.
Menurut Dody Wahyudin, gelandangan tajir ini di evakuasi karena yang bersangkutan memang kerap berada di sekitar JPO Panaragan. Sehingga, pihaknya melakukan evakuasi dan assesment agar tidak melakukan kegiatan yang sama.
Baca Juga: Diduga Sewenang-wenang, PDAM Kota Bogor Dilaporkan ke Walikota Hingga Polresta
“Kita juga tadi melibatkan psikolog dalam assesment yang dilakukan, di mana memang dari pembicaraan (Bu Tini) tidak pernah nyambung jadi on off (kadang nyambung dan tidak),” ucap Dody Wahyudin.
Adapun, dilanjutkan Dody Wahyudin, soal barang-barang yang berhasil ditemukan dari tangan Bu Tini, diantaranya ada selembar cek senilai Rp1,3 miliar, empat buah buku tabungan berbagai macam bank, empat buah STNK sepeda motor dan uang tunai senilai Rp1,8 juta.
Meski begitu, diakui Dody Wahyudin, pihaknya belum bisa memastikan apakah barang-barang berharga ini benar milik yang bersangkutan. Karena, baik buku tabungan, cek hingga STNK sepeda motor atas nama orang lain.
“Kalau dari informasi yang kita himpun dari hasil assesment ke Bu Tini, itu ada sebagian katanya dari hasil penjualan barang bekas, ada juga pemberian orang dan titipan dari para pendahulu pahlawan-pahlawan,” ungkap dia.
Baca Juga: Bima Arya dan Dedie Rachim Sambangi Mantan Wali Kota dan Danrem
“Memang agak tidak masuk akal sehat kita (titipan dari pahlawan). Makanya kita rujuk untuk dilakukan perawatan dan pengobatan ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi dulu,” lanjut Dody Wahyudin.
“Nanti setelah perawatan dan pengobatan baru kami tanya-tanya lagi keabsahannya. Yang pasti ada satu STNK yang atas nama anaknya,” beber dia.
Sementara, ditambahkan Dody, selama menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, untuk barang-barang berharga milik gelandangan tajir ini akan diamankan di Dinsos Kota Bogor.
“Jadi saat ini sedang dilakukan assesment, barang-barang kita amankan, kita rujuk ke RSMM untuk dilakukan pengobatan, karena dari hasil psikolog itu terdapat indikasi ODGJ,” tandas Dody Wahyudin.















Komentar