Terpaksa Kucing-kucingan Demi Anak, Ini Curhatan Hati PKL di Alun-alun Kota Bogor

RASIOO.id – Meskipun menghadapi ancaman sanksi dari pemerintah setempat, para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kota Bogor tetap bertahan menjajakan dagangan mereka di trotoar jalan.

Ahmad Toyib (40), seorang pedagang mainan yang biasa berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Bogor, mencurahkan isi hatinya. Sebagai kepala keluarga yang memiliki tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya, Toyib mengatakan bahwa ia nekat berjualan di trotoar jalan tersebut.

“Saya punya keluarga dan memiliki dua anak. Mereka butuh makan dan biaya hidup lainnya,” kata Toyib kepada Rasioo.id, Rabu, 26 Juni 2024.

Lebih lanjut, Toyib mengatakan bahwa demi anak-anaknya, ia tetap berusaha berjualan meskipun harus “kucing-kucingan” dengan pihak keamanan untuk dapat menggelar barang dagangannya di trotoar Jalan Kapten Muslihat, Alun-Alun Kota Bogor.

“Saya sudah dua tahun dagang di sini, sudah bosan diusir atau bentrok sama petugas,” ucap Toyib. “Saya punya dua anak, masa mau diam saja di rumah. Mereka butuh hidup dan mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.

Toyib juga berharap kepada Pemerintah Kota Bogor untuk segera menemukan solusi atas permasalahan ini.

“Yang saya tahu, pihak pemkot sudah memiliki rencana untuk merelokasi kami, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya.

Toyib juga menyatakan bahwa Pemkot Bogor sudah memetakan lokasi relokasi untuk para pedagang.

“Kami para pedagang sudah dipetakan, di area masjid, dekat Skybridge, dan sebagian di tengah taman. Tapi sampai sekarang belum ada eksekusi. Seperti hanya janji semata saja,” tutupnya.

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar