RASIOO.id – Kemacetan parah terjadi di Jalan Raya Cicangkal, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Warga dan pengguna jalan mengeluhkan operasional truk tambang yang memperparah kondisi lalu lintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemacetan mulai terjadi sejak pukul 16.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 20.24 WIB. Akses dua arah sempat lumpuh total, didominasi oleh truk tronton bermuatan hasil tambang.
“Truk tronton ini harusnya jangan keluar dulu karena pertigaan tertutup antrean mereka. Kemacetan seperti ini sudah sering terjadi sejak ada perbaikan jalan arah Gunung Sindur di Kampung Leuwiranji,” ujar Firdaus (43), seorang pengendara Colt Diesel, kepada Rasioo.id.
Baca Juga: Baru Juga Dibangun, Eh Jalan Kelas Kabupaten Bogor di Rumpin Sudah Retak
Sementara itu, Pajar, warga Kampung Peusar, menyebut kemacetan total kali ini sangat parah. “Kendaraan dari dua arah tidak bergerak sejak sore. Banyak truk tronton yang keluar bersamaan, dan tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas di jalan ini,” katanya.
Menurutnya, pengaturan lalu lintas hanya dilakukan oleh warga setempat, tukang ojek pangkalan, atau penjaga parkiran yang membantu di simpang empat Asep.
Terpisah, Didin, staf Desa Sukamulya, mengaku kesal dengan kondisi ini. Ia menilai parkir sembarangan truk tronton di badan jalan menjadi penyebab utama semrawutnya lalu lintas di Jalan Raya Cicangkal hingga Leuwiranji, Kecamatan Rumpin.
“Kemacetan sepanjang dua kilometer ini disebabkan truk tronton yang tidak mematuhi aturan jam operasional di Kabupaten Bogor. Ditambah lagi dengan adanya pengerjaan proyek perbaikan jalan. Harusnya truk tronton saling menjaga agar tidak memperparah kemacetan,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Rumpin, IPDA Yoko, mengatakan pihaknya telah menurunkan sejumlah anggota untuk mengurai kemacetan. “Kepadatan kendaraan terjadi dari arah Cigudeg menuju Gunung Sindur dan Tangerang. Kami fokus mengurai antrean di titik simpul kemacetan,” ujarnya singkat.
Simak rasioo.id di Google News














Komentar