RASIOO.id – Ahmad Maulana usia 9 tahun, warga Kampung Somang, Desa Parungpanjang, Kabupaten Bogor, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Tangerang, Banten akibat gizi buruk.
Anak kedua dari pasangan Jaenudin (40) dan Nurmi (31) ini mengidap gizi buruk dan sempat dirawat selama 23 hari di ruang ICU sebelum meninggal dunia.
Aktivis kesehatan dari Bogor Barat, Uun Desi, mengungkapkan bahwa keluarga Maulana tidak terdaftar sebagai penerima BPJS Kesehatan yang dibayarkan pemerintah atau BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).
“Pasangan Jaenudin dan Nurmi tidak memiliki BPJS Kesehatan PBI, padahal mereka warga kurang mampu. Hal ini sangat disayangkan,” ujar Uun kepada wartawan Minggu, 26 Januari 2025.
Menurut Uun, keluarga ini selama bertahun-tahun kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Sebelumnya, Maulana sudah dirawat di RSUD Cibinong pada 2022 dan RSUD Leuwiliang pada 2023. Tahun ini, ia dirujuk ke RSUD Tangerang karena sesak napas dan dirawat di ruang ICU,” jelasnya.
Uun juga menambahkan bahwa selama ini keluarga Maulana harus menggunakan BPJS Mandiri untuk biaya perawatan, yang tentunya menjadi beban berat bagi mereka.
Bahkan, untuk membawa Maulana ke RSUD Tangerang, Uun mengaku turut membantu karena keluarga tersebut tidak memiliki biaya transportasi.
Kasus ini semakin menunjukkan pentingnya akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin.
Jaenudin berharap keluarganya dapat terdaftar dalam program BPJS PBI serta mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang disediakan pemerintah.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu agar kami terdaftar BPJS PBI dan menerima PKH. Ini akan sangat membantu keluarga kami,”kata Uun saat mengupkan keinganan dari keluarga Jaenudin tersebut.
Uun mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan keluarga miskin seperti Jaenudin.
“Masyarakat miskin yang bekerja serabutan sangat membutuhkan dukungan seperti BPJS PBI dan bantuan sosial lainnya agar tidak ada lagi kasus serupa yang terulang,” tutupnya.
Persoalan kesehatan ini pun menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan akses layanan kesehatan dan program bantuan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah, khususnya di Kabupaten Bogor.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar