RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah mengebut proses pengadaan lahan yang nantinya akan difungsikan sebagai trase pengganti Jalan Saleh Danasasmita, yang sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa upaya percepatan ini penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan maupun warga terdampak.
“Kita sudah membentuk tim khusus dan melakukan beberapa pembahasan internal, agar proses pembebasan lahan dan langkah administrasi selanjutnya berjalan sesuai aturan. Masyarakat tidak bisa menunggu terlalu lama,” ujar Dedie Rachim usai memimpin rapat persiapan pengadaan lahan di Balai Kota Bogor, Selasa, 6 Mei 2025.
Ia menambahkan bahwa anggaran pembebasan lahan akan disesuaikan dengan nilai appraisal—nilai penaksiran tanah dengan atau tanpa bangunan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menerangkan bahwa saat ini kedua tahapan awal—Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED)—sedang dalam proses.
“FS tengah berjalan dan kami optimis DED rampung akhir bulan ini. Setelah itu, sejumlah dokumen pendukung seperti nilai appraisal, analisis dampak lalu lintas (andalalin), serta studi lingkungan akan segera kami ajukan ke instansi terkait,” jelas Juniarti.
Sumber pendanaan untuk pengadaan tanah berasal dari APBD Kota Bogor dan APBD Provinsi Jawa Barat. Sedangkan untuk pembangunan fisik, Pemkot Bogor telah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui anggaran Instruksi Presiden (Inpres) Daerah 2025.
“Target perencanaan pembangunan dimulai pada September dan diharapkan selesai Desember 2025, agar manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat,” tutup Juniarti Estiningsih.
Dengan langkah strategis ini, Pemkot Bogor berharap proses pemulihan akses jalan di kawasan terdampak longsor dapat tuntas tepat waktu, sekaligus menjamin kelancaran arus mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Simak rasioo.id di Google News












Komentar