RASIOO.id – Warga RW 09 Lebaksari, Kelurahan Paledang, Kota Bogor, kembali menyuarakan kebutuhan mendesak pembangunan jembatan penghubung setelah selama puluhan tahun harus bertahan menggunakan eretan atau rakit tarik sebagai akses penyeberangan sehari-hari.
Hingga kini, usulan pembangunan jembatan yang berulang kali diajukan ke Pemerintah Kota Bogor belum juga mendapat kepastian. Kondisi tersebut membuat warga tetap bergantung pada akses penyeberangan sederhana yang dinilai berbahaya dan pernah memakan korban.
Ketua RW 09 Lebaksari, Mona Murniati, mengatakan perjuangan warga untuk mendapatkan akses jembatan sudah dilakukan sejak lama, namun belum membuahkan hasil.
“Sudah puluhan tahun, dari saya kecil sampai sekarang saya punya anak kecil, belum juga terealisasi di wilayah RW 09. Dari dulu titik yang kami ajukan memang di RW 09 Lebaksari karena kami berada di ujung wilayah Paledang berbatasan dengan Panaragan,” ujar Mona, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurutnya, hingga saat ini warga masih mengandalkan eretan atau getek sebagai sarana penyeberangan yang menghubungkan akses antarwilayah. Kondisi semakin sulit karena area sekitar lokasi kini mengalami longsor.
“Sekarang kondisi di sini longsor. Untuk mencapai rakit, warga harus melewati empat ruas bambu. Ini tentu berisiko, terutama bagi warga yang setiap hari melintas,” katanya.
Akses tersebut, lanjut Mona, menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat. Banyak warga, khususnya ibu-ibu yang rutin mengikuti kegiatan mengaji di kawasan Al-Ihya, memanfaatkan jalur penyeberangan tersebut.
“Banyak ibu-ibu yang mengaji lewat situ dan pernah juga ada kejadian warga jatuh saat melintas,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, aspirasi pembangunan jembatan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan, termasuk melalui program serapan aspirasi anggota dewan. Namun sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan di titik yang diharapkan warga.
Mona berharap pemerintah kembali memprioritaskan pembangunan jembatan di jalur RW 09 menuju Pasir Jaya karena dinilai menjadi akses tercepat dan paling dibutuhkan masyarakat.
Selain untuk mempermudah mobilitas, kondisi penyeberangan saat ini disebut menyimpan risiko keselamatan. Bahkan, menurut warga, akses tersebut pernah menyebabkan korban jiwa dan pernah digunakan dalam kondisi darurat saat warga hendak melahirkan.
“Harapan kami pemerintah benar-benar serius melihat kondisi ini. Karena masyarakat membutuhkan akses yang aman, cepat, dan layak,” ucapnya.
Meski pada 2026 pembangunan jembatan dilakukan di wilayah RW 03, warga RW 09 menilai akses tersebut masih terlalu jauh dan belum menjawab kebutuhan utama masyarakat di kawasan Lebaksari.
“Kami tetap berharap usulan pembangunan jembatan untuk RW 09 bisa kembali diprioritaskan dalam waktu dekat,” tutup Mona.















Komentar