Kelurahan Cibadak Usulkan Anggaran Rp335 Juta untuk Drainase Atasi Banjir Tahunan di Cimanggu Permai

RASIOO.id – Pemerintah Kelurahan Kedung Badak mengusulkan anggaran sebesar Rp335 juta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk pembangunan saluran drainase baru sebagai upaya mengatasi banjir tahunan yang kerap merendam Perumahan Cimanggu Permai, RT 04/RW 09, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Usulan tersebut diajukan melalui skema Tim Percepatan Anggaran dan Aset Daerah (TPADD) dengan harapan pembangunan dapat segera direalisasikan pada tahun ini.

Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat, mengatakan banjir di kawasan tersebut telah terjadi sejak 2010. Kondisi itu dipicu luapan air dari arah Jalan Sholeh Iskandar yang berbalik masuk ke kawasan permukiman sehingga mengakibatkan genangan di sejumlah rumah warga.

“Banjir ini sudah terjadi sejak tahun 2010. Penanganan secara rutin sebenarnya telah dilakukan oleh Dinas PUPR. Namun karena intensitas curah hujan yang tinggi, kami tetap membutuhkan kerja sama secara rutin dengan PPK 52 untuk melakukan perawatan dan normalisasi saluran air,” kata Ahnim di Kelurahan Kedung Badak, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurutnya, banjir tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga mengganggu akses menuju dua fasilitas publik, yakni SDN Kedung Badak 04 dan Puskesmas Kedung Badak. Saat genangan tinggi, aktivitas masyarakat maupun pelayanan publik ikut terganggu.

Ahnim menjelaskan, pemerintah juga telah melakukan sosialisasi bersama PPK 52 terkait rencana normalisasi saluran air. Sosialisasi tersebut dilakukan agar proses pekerjaan dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan masyarakat.

“Sosialisasi ini penting untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar tanpa pembongkaran liar, karena pembetonan di saluran utama harus mengantongi izin dari Kementerian. Alhamdulillah, saat ini genangan air sudah mulai surut,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, titik banjir paling parah berada di kawasan Perumahan Cimanggu Permai, khususnya RT 04/RW 09 yang berada di dekat Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Jalan Sholeh Iskandar.

Menurutnya, penyebab utama banjir adalah luapan arus air dari arah Solis yang membentur saluran sehingga aliran air berbalik masuk ke kawasan permukiman.

“Penyebab utamanya adalah luapan arus air dari arah Solis yang membentur dan membalik masuk ke area pemukiman warga. Karena itu, selain normalisasi di jalan utama, kami juga harus membuat saluran drainase tambahan di dalam lingkungan permukiman sebagai pengurai aliran air,” jelasnya.

Untuk mendukung rencana tersebut, Kelurahan Kedung Badak mengajukan anggaran sekitar Rp335 juta melalui TPADD yang disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kota Bogor.

Ahnim menyebutkan, pada tahap awal anggaran tersebut sempat direncanakan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) agar dapat menjadi prioritas penanganan pada tahun ini.

“Awalnya anggaran direncanakan menggunakan dana BTT agar menjadi prioritas tahun ini,” katanya.

Pihaknya berharap usulan pembangunan drainase baru dapat segera disetujui dan direalisasikan sehingga mampu mengurangi debit banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan bagi warga Perumahan Cimanggu Permai.

“Harapan kami, saluran baru ini bisa segera dibangun sebagai bentuk ikhtiar mengurangi dampak banjir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Komentar