Kawasan Pemerintahan Baru Bogor Timur Dipoles Jadi Koridor Hijau, Dedie A Rachim Bukan Sekadar Tanam Pohon

RASIOO.id – Wajah baru kawasan pemerintahan di Bogor Timur mulai disiapkan dengan konsep yang tidak hanya mengandalkan pembangunan fisikWajah baru kawasan pemerintahan di Bogor Timur mulai disiapkan dengan konsep yang tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menghadirkan kawasan yang lebih hijau, nyaman, sekaligus ramah lingkungan.

Konsep tersebut menjadi bagian dari penataan akses menuju kawasan Kantor Pemerintahan Baru Bogor Timur. Jalan baru sepanjang 480 meter akan dibangun dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari drainase, jalur pedestrian, kanstin hingga lampu penerangan.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hal itu saat menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan akses kawasan tersebut, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Dedie, pembangunan kawasan pemerintahan tidak boleh hanya berorientasi pada betonisasi dan perkerasan jalan. Aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut juga harus menjadi perhatian utama.“Akses ini akan dilengkapi dengan drainase, pedestrian (jalur pejalan kaki), kanstin, dan juga kelengkapan lampu penerangan,” ujar Dedie.

Tak berhenti pada pembangunan infrastruktur, Pemkot Bogor juga akan memperbanyak penghijauan di kawasan tersebut. Vegetasi dan pepohonan nantinya menjadi bagian penting dari wajah baru kawasan pemerintahan Bogor Timur.

Dedie menegaskan, penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan penanaman pohon secara seremonial. Setelah ditanam, seluruh vegetasi harus dipelihara agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Selain itu, kawasan ini nantinya akan kita hijaukan,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagian kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan penanaman pohon. Namun, dirinya meminta agar tanaman yang sudah ada benar-benar dirawat dan tidak dibiarkan begitu saja.

“Sebagian area tadi sudah saya tinjau. Beberapa waktu yang lalu kita juga sudah menanam beberapa pohon, tapi saya tegaskan agar tanaman itu harus dipastikan terawat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan ruang terbuka hijau dan jalur pedestrian akan menjadi elemen penting dalam membangun kawasan pemerintahan yang lebih manusiawi. Masyarakat nantinya tidak hanya disuguhkan gedung dan jalan, tetapi juga lingkungan yang lebih teduh dan nyaman.

Penataan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Bogor membangun wajah kota yang lebih berkelanjutan. Kawasan pemerintahan baru diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan.

“Intinya kita tidak boleh mundur. Kita sedang menyiapkan masa depan Kota Bogor yang lebih baik,” tutur Dedie.

Ia menyadari, mewujudkan kawasan pemerintahan yang ideal membutuhkan proses bertahap dan konsistensi. Karena itu, pembangunan infrastruktur hingga pemeliharaan lingkungan harus terus dikawal agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Tentu ini harus kita laksanakan secara konsisten di tengah berbagai tantangan,” tambahnya.

Dedie optimistis, jika seluruh tahapan pembangunan dan penataan dilakukan secara konsisten, kawasan pemerintahan baru tersebut pada akhirnya dapat menjadi kawasan yang representatif sekaligus nyaman bagi masyarakat.

“Insyaallah, meski bertahap, suatu saat nanti akan terwujud kawasan kantor pemerintahan yang memadai,” pungkasnya. (Hana)

Komentar