RASIOO.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor terus mempercepat penanganan HIV melalui strategi global Fast-Track 95-95-95. Strategi ini diperkuat melalui layanan pemeriksaan, pengobatan, serta pemantauan kondisi Orang dengan HIV (ODHIV).
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah Kota Bogor mengejar target eliminasi HIV pada 2030. Dinkes juga mendorong penguatan Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk memastikan layanan pencegahan, pemeriksaan, hingga pengobatan HIV dapat diakses masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr. Erna Nuraena, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan dan memahami pentingnya menjalani pengobatan secara teratur.
Berdasarkan data Dinkes Kota Bogor hingga 2025, sebanyak 3.857 ODHIV telah terdata. Dari jumlah tersebut, 2.436 ODHIV tercatat aktif dan menjalani terapi Antiretroviral (ARV).
Sementara itu, sebanyak 1.914 ODHIV telah mencapai kondisi viral load tersupresi atau jumlah virus dalam tubuh berada pada tingkat yang sangat rendah.
Capaian tersebut menjadi bagian dari tiga sasaran utama strategi Fast-Track 95-95-95, yakni meningkatkan penemuan kasus, memastikan ODHIV mendapatkan pengobatan, serta mencapai keberhasilan terapi.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Dinkes Kota Bogor memperkuat layanan terpadu melalui lebih dari 180 fasilitas pelayanan kesehatan. Layanan tersebut mencakup puskesmas, rumah sakit, hingga klinik swasta.
Dinkes juga menjalankan sejumlah inovasi, salah satunya Go Ahead VL untuk membantu pemantauan jumlah virus secara rutin bersama pendamping sebaya.
Selain itu, terdapat program PINK MANJA yang diarahkan untuk mencegah penularan HIV dari ibu hamil kepada anak.
Erna menegaskan, pencapaian target eliminasi HIV tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar upaya pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Keberhasilan penanggulangan HIV tidak dapat dicapai oleh sektor kesehatan saja, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat luas,” ujarnya.
Dinkes Kota Bogor juga mengimbau masyarakat untuk melakukan tes HIV secara rutin sebagai langkah deteksi dini, menjalani terapi ARV sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta ikut mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.
Dengan penguatan layanan dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Bogor menargetkan upaya penanggulangan HIV dapat terus diperkuat hingga mencapai target eliminasi pada 2030.














Komentar