RASIOO.id – Sebanyak 160 pengemudi becak lansia di Kota Bogor kini beralih menggunakan becak listrik untuk mengurangi beban fisik saat bekerja.
Becak listrik tersebut merupakan bantuan hibah pribadi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Unit kendaraan itu diproduksi oleh PT Pindad dan diberikan kepada pengemudi becak berusia di atas 55 tahun.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi beban kerja fisik pengemudi becak lansia. Secara nasional, program ini telah menyalurkan sekitar 13 ribu unit becak listrik di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Dari sisi teknologi, becak listrik produksi PT Pindad dirancang agar mudah digunakan oleh pengemudi lansia. Sistem pengisian baterainya juga menggunakan colokan listrik rumah tangga dengan daya 220 Watt.
Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuryana, mengatakan pengisian baterai dari kondisi 20 persen hingga penuh membutuhkan waktu sekitar dua jam.
“Perawatannya sangat mudah, hanya pengisian baterai saja. Untuk pengisian dari posisi baterai 20 persen sampai penuh (full) hanya butuh waktu sekitar 2 jam, dan itu bisa digunakan untuk menempuh jarak hingga 36 kilometer,” ujar Nuryana.
Menurutnya, para penerima bantuan tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan becak listrik. Pengemudi dinilai sudah memiliki pengalaman menguasai rute dan teknik dasar mengendarai becak.
Meski menjadi hak milik pribadi penerima, pihak yayasan tetap memberikan aturan untuk mencegah becak listrik tersebut disalahgunakan atau diperjualbelikan.
Setiap penerima wajib menandatangani pakta integritas yang mengatur larangan menjual atau memindahtangankan kendaraan tersebut.
“Kita mengawasi secara ketat. Setiap pengemudi wajib menandatangani surat perjanjian pakta integritas yang memuat ketentuan bahwa unit tidak boleh diperjualbelikan. Apabila terbukti dijual, kendaraan akan langsung kami ambil dan tarik kembali,” tuturnya.
Program penyaluran becak listrik ini juga akan terus dilanjutkan ke sejumlah wilayah di Jawa Barat dan provinsi lainnya sebelum diperluas ke luar Pulau Jawa.












Komentar