RASIOO.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-48 tingkat Kabupaten Bogor di Lapangan Tegar Beriman, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Rudy mengatakan, MTQ tingkat kabupaten menjadi ajang bagi para peserta terbaik dari setiap kecamatan untuk berkompetisi setelah mengikuti seleksi di wilayah masing-masing.
“Sebelumnya, kita sudah melaksanakan MTQ di tingkat kecamatan masing-masing. Yang menang di tingkat kecamatan masing-masing hari ini kita pertandingkan di tingkat Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Rudy mengaku bangga karena Kabupaten Bogor memiliki qori muda yang mampu meraih prestasi di tingkat internasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti pentingnya investasi dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Alhamdulillah tadi juga ditampilkan salah satu qori juara 1 MTQ di Kuala Lumpur. Merupakan anak muda dari Kecamatan Megamendung dan tentunya ini adalah salah satu investasi terbaik. Hari ini adalah investasi sumber daya manusia,” paparnya.
MTQ ke-48 tingkat Kabupaten Bogor diikuti perwakilan dari 40 kecamatan dengan 12 kategori perlombaan.
Pelaksanaan kompetisi juga melibatkan sejumlah instansi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rudy menjelaskan, langkah tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung kegiatan keagamaan.
“Jadi mulai besok pelaksanaan MTQ bukan hanya di Gedung Tegar Beriman, tapi ada di Kodim Bogor, di Polres Bogor, di kantor Kementerian Agama selama beberapa hari ke depan,” paparnya.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa MTQ tidak seharusnya hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Ia berharap kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“Bukan hanya sekadar menghafal atau bukan hanya sekadar membaca lantunan ayat suci Al-Qur’an, tapi dengan adanya qori-qoriah terbaik, cara dia mengamalkan, cara dia menyampaikan, membaca Al-Qur’an dengan cara yang baik,” ujarnya.
Ia berharap lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan para peserta dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Lantunan-lantunan yang baik, mudah-mudahan memotivasi, menggerakkan masyarakat kita yang lain, menggerakkan hati orang yang mendengarkannya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan,” tutupnya.












Komentar