RASIOO.id – Proyek Jembatan Otista Kota Bogor nampaknya menimbulkan polemik tersendiri bagi masyarakat Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, kota Bogor, Jawa Barat.
Ketua Karang Taruna Bina Karya Kelurahan Kayumanis, Aditya Prayoga mengatakan, pihaknya menilai pengerjaan proyek Jembatan Otista Bogor yang dikerjakan oleh PT Mina Fajar Abadi tidak baik.
Pasalnya, proyek Jembatan Otista yang dinaungi oleh Dinas PUPR Kota Bogor tersebut telah membuat masyarakat Kayumanis kecewa.
Hal tersebut didasari dari pembuangan tanah galian Jembatan Otista buang ke Jalan Pool Bina Marga No.3 RT 002/001, Kayumanis, Tanah Sareal, Bogor.
“Kinerja yang di lakukan oleh PT MFA tidak becus, apalagi berdampak pada lingkungan sekitar Kelurahan Kayumanis,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/5/2023).
Tidak hanya itu saja, Aditya Prayoga menyebutkan bahwa akibat pembuangan tanah galian di proyek Jembatan Otista tersebut telah mencemari lingkungan.
“Tentu sudah menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan akibat banyaknya kendaraan besar yang keluar masuk, mengangkut tanah galian dari proyek jembatan otista tersebut,” imbuhnya.
Dia juga berujar, banyaknya kendaraan besar yang lewat tentu membuat warga mengeluh. Apalagi banyak anak sekolah yang lelu lalang di jalan sebelum pembuangan tanah galian tersebut.
“Khususnya jajaran orang tua wali murid SDN Kayumanis 1, selain itu keluhan yang sama juga berasal dari pengunjung Puskesmas Kayumanis, karena pembuangan tanah galian tersebut dilakukan mulai pagi hari,” ujarnya.
Sementara itu Iqbal Al afghany selaku Wakil Karang Taruna meminta, agar pihak PT. MFA dan Dinas PUPR segera melakukan evaluasi demi kenyamanan bersama.
“Yang pertama jatuhnya tanah galian dari mobil angkutan tersebut berserakan sepanjang jalan Bina Pool Marga, juga tidak adanya upaya dari pihak PT MFA yang di naungi Dinas PUPR untuk membersihkan tanah yang berserakan sepanjang jalan kelurahan kayumanis,” tegasnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya sudah mendapat laporan dari warga Kayumanis bahwa ada warga yang tergelincir di depan puskesmas Kayumanis.
“Dengan adanya kejadian warga tergelincir dan keluhan masyarakat Kayumanis, yang sudah tidak bisa terbendung lagi maka dari itu Karang Taruna Kayumanis menilai ketidak sanggupan Dinas PUPR Kota Bogor dan PT MFA, dalam menjalankan proyek pembangunan otista yang bernilai 49 miliar itu jauh dari kata layak,” tegasnya.


![Karang Taruna Bina Karya Kelurahan Kayumanis Gelar Aksi Ujuk Rasa [Rasioo] Karang Taruna Bina Karya Kelurahan Kayumanis Gelar Aksi Ujuk Rasa [Rasioo]](/wp-content/uploads/2023/05/Screenshot_49.jpg)












Komentar