Akan dilaporkan Keluarga Bayi Tertukar ke Polisi, Ini Respons RS Sentosa Bogor

RASIOO.id – Kasus bayi tertukar di RS Sentosa Bogor menyisakan persoalan hukum.

Meski proses pengembalian bayi kepada masing-masing orang tua kandungnya selesai secara kekeluargaan dengan bantuan mediasi Polres Bogor dan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

Namun, pihak keluarga nampaknya tetap akan melaporkan pihak RS Sentosa karena dianggap lalai dalam memberikan pelayanan.

Kedua pihak keluarga bayi yang tertukar, yakni pihak keluarga D dan S sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kini kedua pihak keluarga bersiap mengambil langkah hukum terhadap pihak Rumah Sakit (RS) Sentosa atas tertukarnya bayi mereka.

“Jadi yang harus diperjelas adalah kami sebagai korban antara Ibu D dan Ibu S. Bukan kesepakatan kami dengan pihak RS,” kata pengacara Siti Mauliah (37), Rusdy Ridho, Jum’at 25 Agustus 2023.

“Jadi langkah-langkah hukum ke depannya pasti kami akan ambil antara kami dari kuasa para korban untuk melakukan upaya hukum terhadap RS Sentosa,” sambung dia.

Baca Juga : Orang Tua dari Bayi Tertukar Selama Satu Tahun bakal Laporkan RS Sentosa Bogor ke Polisi

Menanggapi hal tersebut, pihak RS Sentosa Bogor menghormati setiap hak hukum masyarakat.

“Ya, rumah sakit pada prinsipnya menghormati dan menghargai setiap hak hukum orang,” kata staf legal RS Sentosa Bogor, Gregg Djako, Sabtu 26 Agustus 2023.

Kedua, dengan tadi malam sudah bertemu dan kemudian sudah jelas tertukar sama siapa, itu semua harus diapresiasi langkah kepolisian mengundang semua stakeholder, dari KPAI, PMK, Dinsos.

Menurutnya, masalah bayi tertukar tersebut telah dilalui. Kini permasalahan tinggal bagaimana pihak keluarga dengan RS.

“Kami tetap pada prinsipnya sebagaimana di awal dulu, kita tidak lupa. Proses ini kan sudah berlangsung sejak Mei. Jadi kita tetap ingin semua penyelesaian itu adalah damai dan kekeluargaan,” ujarnya.

Gregg berharap kasus bisa berakhir damai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Seperti yang kita saksikan semalam antara keluarga berdamai, kami juga berharap bahwa perdamaian juga. Lalu kemudian proses penyelesaian terbaik secara kekeluargaan, bisa juga dilakukan dalam rumah sakit. Kami juga berharap begitu,” sambungnya.

Gregg mengatakan pihak RS akan terus melakukan pendekatan kepada kedua keluarga tersebut.

Dia juga mengatakan rumah sakit telah menerima konsekuensi atas kejadian tersebut.

“Rumah sakit sudah mendapat sanksi sendiri, yaitu sanksi sosial, kedua, menjadi sorotan negatif. Artinya itu juga sebenarnya kami harap menjadi pertimbangan,” ucap Gregg.

“Rumah sakit kan sudah sampaikan dari awal tidak pernah menutup diri, supaya kita bisa membicarakan ini,” sebut dia.

 

Simak rasioo.id di GoogleNews

 

 

Lihat Komentar