RASIOO.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima audiensi jajaran Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bogor di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, pada Senin, 23 Juni 2025.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, termasuk restrukturisasi kepemimpinan, penguatan penghimpunan zakat, serta kesejahteraan para amilin.
Dalam audiensi itu, Dedie menyampaikan adanya perubahan kepengurusan di tubuh BAZNAS Kota Bogor menyusul dua komisioner yang kini resmi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Menyikapi hal tersebut, Pemkot Bogor menunjuk Subhan Murtadla sebagai Ketua BAZNAS Kota Bogor untuk masa bakti hingga tahun 2027.
“Dengan kepindahan dua komisioner menjadi ASN P3K, maka perlu ada pergantian kepemimpinan. Saya sudah keluarkan Surat Keputusan bahwa Pak Subhan Murtadla akan memimpin BAZNAS Kota Bogor sampai 2027, tanpa mengangkat pengganti untuk dua posisi yang kosong,” ujar Dedie.
Dedie juga mendorong BAZNAS untuk lebih optimal dalam menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Ia menilai potensi zakat di Kota Bogor sangat besar, namun perlu ditopang oleh ide-ide inovatif serta sinergi lintas sektor.
“Target zakat seharusnya bisa lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hanya perlu strategi baru dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar capaian bisa meningkat signifikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie turut menanggapi usulan terkait peningkatan kesejahteraan para amilin zakat. Ia menegaskan bahwa pemberian kompensasi pendapatan boleh dilakukan sepanjang sesuai dengan regulasi.
“Selama tidak menyimpang dan tetap sesuai ketentuan, kompensasi boleh diberikan. Minimal setara dengan Upah Minimum Kota (UMK),” tegasnya.
Sementara itu, menyikapi permohonan relokasi Klinik Ibnu Sina milik BAZNAS yang sebelumnya berada di area PDAM dan kini harus pindah, Dedie menyatakan kesiapannya membantu mencarikan lokasi baru yang lebih representatif.
“Salah satu alternatifnya adalah Masjid Al-Muttaqien di Jalan Pandu Raya. Tapi nanti juga akan kita bantu carikan tempat lain yang sesuai,” ujar Dedie.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi titik awal peningkatan peran BAZNAS sebagai lembaga strategis dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat melalui zakat.
Simak rasioo.id di Google News















Komentar