Wali Kota Tutup MPLS SMPN 7 dengan Aksi Tanam Pohon, Siswa Bersihkan Sungai dari Tumpukan Popok

RASIOO.id – Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 7 Kota Bogor diisi dengan aksi peduli lingkungan. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama ratusan siswa melakukan penanaman pohon dan membersihkan bantaran Sungai Cipakancilan, Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk menjadikan penanaman pohon sebagai agenda rutin setiap pelaksanaan MPLS pada awal tahun ajaran baru.

Dedie mengatakan, pemerintah telah menyiapkan surat edaran agar program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten setiap tahun.

“Penutupan program MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Kemarin tingkat SD sudah, tingkat SMP sudah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan kali ini tidak hanya melibatkan sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta, yakni SMP BPK Penabur Bogor.

“Sekarang kita juga melibatkan SMP swasta, yaitu BPK Penabur,” katanya.

Aksi penanaman pohon dilaksanakan di kawasan Kelurahan Paledang dan Panaragan dengan melibatkan lebih dari 100 peserta yang didominasi para pelajar.

“Jadi, saya pikir tadi ada mungkin lebih dari 100 orang yang terlibat, khususnya pelajar,” tuturnya.

Dedie menambahkan, sosialisasi program penanaman pohon akan terus diperluas hingga seluruh sekolah di Kota Bogor, termasuk sekolah swasta.

“Agar nanti pada saat kita melakukan kebijakan yang baku, tidak ada lagi pertanyaan-pertanyaan untuk apa, apa gunanya dan lain sebagainya,” ucapnya.

Usai menanam pohon, para siswa bersama Wali Kota melanjutkan kegiatan dengan membersihkan bantaran Sungai Cipakancilan. Dalam kegiatan tersebut, sampah yang paling banyak ditemukan merupakan popok sekali pakai.

“Dan yang paling menyedihkan sebetulnya, yang paling banyak kita jumpai itu adalah pampers (popok sekali pakai),” kata Dedie.

Ia mengimbau para orang tua untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Jadi, saya mengimbau kepada orang tua untuk ikut bertanggung jawab kepada lingkungan,” ujarnya.

Dedie menegaskan bahwa popok sekali pakai tidak boleh dibuang ke sungai maupun saluran air karena dapat mencemari lingkungan dan menghambat aliran air.

Menurutnya, gerakan tersebut juga sejalan dengan program Mulyakan Sungai yang diinisiasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kita juga akan ikut program ‘Mulyakan Sungai’ dari Pak AHY sebagai bagian dari kampanye pelestarian alam dan lingkungan,” tutupnya.

Komentar