7 Bulan Jadi Buronan, Cawing Pelaku Utama Pembacokan di Kayu Manis Ditangkap di Cianjur

 

RISIOO.id – Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Barangkali, adagium tersebut yang kini dirasakan E alias Cawing (22).

Cawing ditangkap setelah 7 bulan menjadi buronan polisi. Pelaku utama aksi pengeroyokan di Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada November 2022 lalu itu, ditangkap saat bersembunyi di Daerah Cianjur, Jawa Barat.

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan Cawing bersama tersangka lainny, RNF (25) membuat korbannya, Abdullah (19), warga Salabenda, Kabupaten Bogor, Jawa Barat meninggal dunia.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, keberadaan Cawing terendus petugas yang melakukan pengejaran.

“Kita lakukan pengejaran terhadap pelaku, kita dapatkan di Cianjur,” ujar Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, saat menggelar konferensi Pers, di Mapolresta Bogor Kota, Rabu 12 Juli 2023.

Baca Juga : Kabur ke Cianjur, Tukul Pelaku Utama Pembacokan Arya Saputra Datangi Dukun Agar Tidak Ditangkap Polisi

Penangkapan Cawing, menggenapi pengusutan kasus tersebut. Sebelumnya, polisi telah menangkap RNF (25) yang turut terlibat dalam aksi pengeroyokan. RNF bahkan telah dijatuhi vonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Bogor.

Kapolres menamabahkan, peristiwa pengeroyokan dan penganiyaan yang dilakukan tersangka terjadi pada Sabtu dinihari, 19 November 2022.

“Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sholeh Iskandar, waktu ada tawuran antar dua kelompok,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Pada saat itu, korban dalam keadaan mabuk sehingga menjadi sasaran dari kelompok lainnya.

“Pelaku saat itu yang sudah kita tangkap ada satu orang (saat ini sudah di sidang PN Bogor), tersangka kedua yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban hingga meninggal dunia,” ucap Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso.

Menurut Kapolresta Bogor Kota, dalam kasus ini, Cawing merupakan pelaku utama. Dia sempat melarikan diri dan baru berhasil ditangkap setelah 7 bulan polisi mengejarnya.

Atas perbuatannya, ditambahkan Kapolresta Bogor Kota, pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 170 KUHP dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Saat ini pelaku kita tahan di Polresta Bogor Kota,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, keluarga korban menilai, ancamannya 7-12 tahun penjara terlalu ringan. Keluarga almarhum Abdullah, bahkan mengaku kecewa atas vonis 5 tahun yang dijatuhkan majelis hakim ke terdakwa RNP. Keluarga mengajukan banding atas putusan itu.

“Diberi waktu seminggu, kita tidak berpikir panjang, akan melakuan saja, sampai dimana urusannya,” kata orang tua almarhum Abdullah, Yurizal (62).

“Pelaku merupakan yang sudah cukup umur, dan bisa dikategorikan sebagai orang dewasa. Kita minta keadilan, supaya hukuman si pelaku ini biar setimpal sama perbuatannya, 15 tahun atau seumur hidup,” lanjut dia.

Lihat Komentar