Update Tol Bogor-Serpong via Parung, BPJT: Tinggal Teken PPJT, Proyek  Segera Jalan

 

RASIOO.id – Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong melalui Parung semakin mendekati tahap realisasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa satu-satunya tahapan yang belum diselesaikan adalah penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Wilan Oktavian, menyebut seluruh dokumen penting, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), telah diterima sejak bulan lalu. “Saat ini tinggal menunggu teken PPJT saja,” ujarnya usai rapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis, 11 September 2025.

Skema Tanpa APBN

Wilan menegaskan, jalan tol ini dikerjakan lewat skema unsolicited atau kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang diprakarsai swasta. Skema tersebut dinilai penting karena proyek tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Model prakarsa seperti ini harus kita dukung karena sumber dananya murni dari badan usaha,” kata Wilan dalam kesempatan terpisah, Maret 2025 lalu.

Baca Juga:  Tol Bogor–Serpong Harus Terkoneksi ke Jalan Tambang, Agar Tak Lagi Makan Korban

Perusahaan Patungan

Untuk menggarap proyek tersebut, dibentuk perusahaan patungan bernama PT Bogor Serpong Infra Selaras pada 11 September 2024. Modal dasar perusahaan ini mencapai Rp 67,6 miliar dengan modal disetor awal Rp 16,9 miliar.

Komposisi sahamnya antara lain dimiliki oleh PUI sebesar 52 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 26 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12 persen, dan PT Hutama Karya Infrastruktur 10 persen.

Jasa Marga, misalnya, menanamkan modal senilai Rp 4,39 miliar atau 4.394 lembar saham, sedangkan Adhi Karya menyetor Rp 2,02 miliar atau setara 12 persen saham.

Detail Proyek

Surat Penetapan Pemenang Lelang proyek jalan tol ini sudah terbit sejak Juli 2024. Dalam mandatnya, PT Bogor Serpong Infra Selaras akan bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, hingga pemeliharaan jalan tol sepanjang 31,12 kilometer tersebut.

Tol Bogor–Serpong via Parung digadang-gadang mampu mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan TB Simatupang Jakarta yang kerap mengalami kemacetan parah.

Jika terealisasi beriringan dengan pembukaan trayek MRT Jakarta–Serpong, konektivitas kawasan Jabodetabek diperkirakan meningkat signifikan. Harapannya, perjalanan antarwilayah bisa lebih cepat, lancar, dan efisien.

 

 

Simak rasioo.id di Google News

Komentar